Minggu, 01 Januari 2012

Iman tanpa amal

Amal adalah bukti keimanan seseorang. Ketika seseorang mengatakan "saya beriman" namun dalam kehidupannya tidak menjalankan perintah yang diimaninya, maka ucapannya itu tak lebih dari ucapan orang yang baru bangun tidur yang masih terbawa mimpi. Seolah dia berkata diluar kesadaran. Namun bukankah kita memilih Islam dengan penuh kesadaran? 
Laa ikrooha fiddiin...Tak ada paksaan untuk memasuki agama Islam. Jadi adalah kebohongan besar jika seseorang mengatakan "saya memeluk Islam karena terpaksa" karena Islam sendiri dibawa dengan penuh kedamaian tanpa unsur paksaan.
Iman dan amal memiliki keterkaitan yang sangat erat. Karena iman tanpa amal adalah kebohongan, sementara amal tanpa iman adalah perbuatan yang sia-sia. Fenomena saat ini banyak orang yang beramal tanpa iman, dan beriman tanpa amal. Alhasil muncul orang-orang bodoh yang mengaku nabi, dan lebih bodoh lagi bagi orang yang mengimaninya. Maha suci Allah atas segala prasangka buruk hamba-Nya.
Allah swt berfirman dalam surat Az-Zumar ayat 9:
"Katakanlah, 'adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' sesungguhnya orang yang ber-akal-lah yang dapat menerima pelajaran."
Begitu banyak pelajaran yang dapat kita petik dari lingkungan sekeliling kita. Namun hanya orang-orang berakallah yang dapat menangkap pelajaran-pelajaran tersebut. Dalam suraat Ali-Imran Allah juga berfirman:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.(Ali-Imran:190-191)

  Pembelajaran-pembelajran yang kita petik dari alam dan kondisi sekitar kita akan mengantarkan kita pada keimanan yang teguh, karena segala yang ada dijagad raya ini hanyalah sementara yang suatu ketika akan hancur sengan satu tiupan dengan seizin Allah.

"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman:55)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar