Minggu, 01 Januari 2012

Tahun baru masehi bagi yang tak berilmu

Banyak orang terlena dengan gemerlap tahun baru masehi. Ada yang menghabiskannya bersama orangtua, keluarga, sahabat, namun lebih sering dengan pacar atau kekasih. Mereka rela menghabiskan uang untuk mempersiapkan perayaan tahun baru masehi agar menjadi momen yang indah dan penuh kesan. Alhasil, hanya penghamburan-penghamburan yang terjadi disana-sini. Uang yang seyogyanya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat habis terbakar bersama dentuman peluru kembang api dan petasan.
Jika menilik asal muasal perayaan tahun baru masehi sendiri tak terlepas dari budaya barat yang pada waktu itu diusung oleh Julius Caesar pada 1 Januari untuk mengganti penanggalan tradisional romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Sudah jelaskan bahwa merayakan tahun baru masehi itu merupakan budaya orang nonmuslim yang tidak patut ditiru oleh umat Islam karena disamping tidak sesuai dengan syari'at Islam yang melarang umatnya menyerupai kaum lain, ternyata didalam perayaan itu terdapat berbagai kemudharatan dan berbagai hal yang sia-sia.
Ada yang berpendapat bahwa malam pergantian tahun baru itu merupakan malam yang spesial yang akan ditemui hanya setahun sekali, namun diluar daripada itu pernahkah kita berfikir bahwa sesungguhnya setiap hari yang kita lalui juga akan terjadi hanya sekali, yaitu  pada saat itu juga. Ia tidak akan terulang lagi sampai kapanpun. Jika demikian bukankah setiap hari itu spesial. Dan jika alasan perayaannya adalah karena malam tahun baru dianggap spesial, kenapa tidak dibuat perayaan untuk malam-malam dihari yang lain, selain tahun baru?
Seringkali pertanyaan seperti itu tak terlintas terlebih dipikirkan. Pada akhirnya otak kita berhenti pada posisi yang stagnan, tidak ada kekritisan lagi karena terlalu banyak dicekoki budaya-budaya pemubaziran. Padahal Islam adalah agama yang menjunjung tinggi daya intelektualitas umatnya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al -Mujaadillah ayat 11:


"Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar